scenery
be fresh
Selasa, 29 Mei 2012
5 Perilaku Orangtua yang Bikin Anak Stres
Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang bisa terserang stres? Anak-anak pun bisa. Biasanya orang dewasa terserang stres karena masalah pekerjaan, keuangan dan lainnya. Bagaimana dengan anak, apa pemicu stres mereka?
"Faktor penyebab anak menjadi stres adalah perilaku dari orangtuanya sendiri," tukas Rustika Thamrin, Spsi, CHt, CI, MTLT, psikolog dari Brawijaya Women and Children Hospital kepada Kompas Female, saat talkshow "How to be a Healhty & Productive Career Women" di Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Jumat (27/1/2012) lalu.
Menurut Rustika ada beberapa perilaku orangtua yang tidak disadari bisa menimbulkan tekanan pada anak, yang pada akhirnya mengakibatkan stres. Berikut beberapa penyebabnya:
1. Melarang anak menangis
Semua orangtua pasti ingin anaknya menjadi anak yang hebat. Namun seringkali orangtua tidak menyadari bahwa kata-kata motivasi yang diberikan justru membebani anak, dan mungkin saja membuat mereka menjadi stres. "Beban dan tekanan ini terutama dialami oleh anak laki-laki dibanding perempuan, karena di kultur Indonesia laki-laki itu dianggap mahluk yang paling kuat sehingga tidak boleh menunjukkan kelemahannya sedikit pun," ungkapnya.
Pola pikir anak-anak dan dewasa berbeda. Anak, terutama pada balita, hanya akan menyerap kata-kata yang terdengar, dan belum bisa memprosesnya dengan sempurna seperti yang dilakukan orang dewasa. Misalnya, ketika anak terjatuh dari sepeda dan kemudian menangis. Jika yang terjatuh adalah anak perempuan, orangtua biasanya akan membiarkannya untuk menangis. Tetapi ketika yang mengalami adalah anak laki-laki, orangtua pasti akan melarangnya menangis diiringi pesan, "Kamu tidak boleh menangis", "Kamu kan laki-laki, tidak boleh cengeng", atau "Kamu kan anak laki-laki yang kuat, luka ini tidak ada apa-apanya."
Sekilas, tak ada yang salah dengan kalimat tersebut, karena tujuannya memotivasi anak untuk tidak cengeng. Namun, ketika diserap oleh otak anak, kalimat ini akan memiliki arti yang berbeda. Kalimat tersebut akan diterima sebagai sebuah perintah, yang akan selalu ada di otak mereka sampai dewasa. Masuknya perkataan ini ke otak anak akan membuat anak selalu menahan tangisnya, dan memendam perasaan sedihnya. Hal inilah yang membuat anak menjadi stres. "Tidak heran kalau laki-laki jarang dan malu menangis, karena dari kecil sudah dijejali dengan perkataan seperti itu. Padahal orang sah-sah saja untuk menangis dan mengeluarkan perasaan mereka," tambah Rustika. Menangis boleh saja, yang harus dikontrol adalah frekuensinya.
2. Perilaku orangtua tidak konsisten
Menurut penelitian, anak-anak usia 1-7 tahun akan lebih mudah menyerap berbagai hal di sekitarnya melalui bahasa tubuh seseorang (90 persen), intonasi suara (7 persen), dan kata-kata (3 persen). "Orangtua yang plin-plan akan membuat anak kebingungan, dan akhirnya stres karena orangtuanya tidak konsisten," tambahnya. Seharusnya orangtua bersikap tegas dalam mendidik anak, dan antara suami dan istri bekerjasama agar tercapai kata sepakat. Misalnya, anak dihukum ketika melakukan sebuah kesalahan. Namun ketika ia mengulangi kesalahannya, orangtua tidak menghukumnya. Bahasa tubuh orangtua yang tidak konsisten ketika menghadapi masalah yang sama, seperti kadang bersikap galak dan kadang baik, akan membuat anak tertekan.
3. Membeda-bedakan anak
Banyak orangtua yang secara tak sadar membeda-bedakan anaknya. Meski dalam perbuatan tidak terlalu terlihat, namun intonasi suara yang turun naik ketika menghadapi kakak dan adik akan membuat anak merasakan adanya pembedaan sikap orangtua. "Ketika adik kakak berkelahi, biasanya nada bicara orangtua akan lebih lembut ke adik dibanding kakak, karena mengganggap bahwa kakak yang sudah lebih dewasa harus mengalah," bebernya. Intonasi suara yang berbeda ketika menghadapi kakak dengan nada yang keras, dan adik dengan nada yang lembut, akan membuat si kakak merasa si adik lebih disayang dan ia pun menjadi tertekan.
4. Labeling pada anak
Salah satu yang paling berbahaya yang dilakukan orangtua kepada anak adalah memberi label atau cap kepada anak. Kata-kata seperti, "Dasar kamu anak pemalas", atau "Kamu kegemukan, makanya pakai baju apa saja tidak ada yang cocok", atau "Kamu kok lemot sih, nggak pinter seperti kakakmu?". Hati-hati, labeling, apalagi yang diiringi dengan tindakan membanding-bandingkan anak, tak hanya membuat anak merasa tertekan, tetapi juga mengalami luka batin yang akan terbawa hingga ia dewasa.
5. Terlalu sering melarang
Ketika anak berusia 4-6 tahun, anak sedang berada dalam zona kreatif dengan peningkatan rasa ingin tahu dan ingin belajar yang sangat tinggi. Namun, sikap kreatif anak dan daya ekplorasinya dianggap sebagai kenakalan orangtua, lalu berusaha membatasi gerak mereka. "Jangan main di sana", atau "Jangan dipegang-pegang!", dan masih banyak kata larangan lain yang digunakan orangtua untuk membatasi kreativitas anak. Meski memiliki tujuan yang baik agar si anak tidak terluka, namun kata-kata "jangan" dan "tidak" ternyata bisa membuat anak menjadi stres karena mereka tidak bebas untuk melakukan apapun.
Gunakan kata-kata lain yang lebih baik untuk mengarahkan anak, sehingga anak akan menerimanya dengan positif. Anak akan mengerti bahwa Anda melarangnya melakukan hal tersebut karena berbahaya, dan bukan karena tidak sayang pada anak. "Kalau selalu dilarang, suatu saat anak bisa mencuri-curi untuk melakukannya saat Anda tidak tahu," ujar Rustika.
7 Akibat dari Serangan Stres
Sudah banyak diketahui bahwa stres bisa menimbulkan berbagai masalah bagi kesehatan seseorang. "Perlu ada manajemen stres yang baik agar stres tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius dan buruk bagi tubuh," tukas Rustika Thamrin, SPsi, CHt, CI, MTLT, psikolog dari Brawijaya Women and Children Hospital, dalam acara "How to be a Happy and Productive Career Women" di Thamrin Nine, Jakarta, beberapa waktu lalu. Akibat stres tidak hanya tampak kondisi wajah yang murung atau lekas tersinggung dan marah. Ada beberapa akibat lain yang tanpa Anda sadari bisa mengganggu aktivitas Anda sehari-hari:
1. Emosi negatif. Hal yang paling mudah terlihat ketika Anda mengalami stres adalah adanya emosi negatif yang tidak stabil sehingga menyebabkan seseorang menjadi mudah marah karena emosi yang tidak terkontrol.
2. Perilaku buruk. "Stres bisa memicu perbuatan buruk seseorang, misalnya mengonsumsi narkoba, atau bunuh diri. Hal ini sebagai bentuk penyimpangan karena dia tidak mendapatkan kesenangan dalam hidupnya sehingga dia mencari pelampiasan dengan melakukan perbuatan buruk," tambahnya.
3. Konsentrasi terganggu. Stres sangat memengaruhi pikiran Anda, termasuk dalam berfokus pada sesuatu hal. Jangankan mengerjakan beberapa hal sekaligus, melakukan satu hal saja kadang-kadang membutuhkan waktu lama. Kalau sudah begini, Anda akan sulit menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas.
4. Gangguan makan. Pada beberapa orang, stres bisa membuat seseorang kehilangan selera makan, atau sebaliknya, membuat keinginan makan menjadi bertambah berkali-kali lipat. Jelas gangguan makan ini akan berakibat buruk bagi pengidapnya. Tak ada yang ingin menjadi obesitas gara-gara stres, kan?
5. Hiperaktif. Hiperaktif di dalam otak menyebabkan orang tidak dapat berpikir secara normal. Mereka bisa membuat keputusan tanpa dipikirkan lebih dulu, salah menilai orang lain, memori pun terganggu. Pada akhirnya, kondisi ini akan menyebabkan timbulnya masalah bagi dirinya sendiri.
6. Mudah sakit. Stres sangat memengaruhi kekebalan tubuh seseorang sehingga akan menyebabkannya mudah terserang penyakit. Salah satu penyakit yang sering menyerang tubuh ketika stres adalah migrain dan juga maag. "Sekitar 80 persen orang mengalami masalah kesehatan karena disebabkan oleh gangguan fungsional dalam tubuh akibat stres sehingga hormonnya terganggu. Sedangkan 20 persennya adalah benar-benar karena alasan kesehatan yang menurun atau luka," jelas Rustika.
7. Insomnia. Stres bisa mengganggu otak dan memberi beban berat sehingga memengaruhi waktu tidur dan juga kualitas tidur. Jangan lupa, insomnia bukan masalah berapa jam Anda tidur, melainkan lelap-tidaknya Anda tidur. Meskipun Anda menghabiskan tujuh jam di atas tempat tidur, misalnya, tetapi jika Anda tak dapat mengistirahatkan pikiran, itulah saat Anda mengalami insomnia.
Belanja Jadi Pelarian Akibat Stres?
Masalah yang dihadapi dalam pekerjaan maupun rumah tangga bisa membuat manusia terserang stres. Hal ini diperparah dengan sikap tidak mengakui bahwa dirinya mengalami stres, bahkan berusaha mengingkarinya. Padahal pengingkaran stres justru akan membuat stres lebih parah, dan akan membuat Anda tidak mampu menyelesaikan akar masalah tersebut.
"Ini bisa terjadi karena masih tingginya ego diri, dan masih mementingkan gengsi serta pencitraan di mata orang," ungkap psikolog Rustika Thamrin, SPsi, CHt, CI, MTLT, dari Brawijaya Women & Children Clinic, beberapa waktu lalu.
Ketika sudah terserang stres, orang lebih senang mengalihkan perhatian daripada menyelesaikan penyebab stresnya. Dengan kata lain, mereka lebih fokus untuk mencari pelarian. Dengan melakukan pelarian ini, mereka berharap bisa menghilangkan semua masalahnya, dan mendapatkan kesenangan. Sayangnya, melarikan diri tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan semakin menambahnya. Sebab apa yang menjadi pelarian biasanya merupakan hal yang negatif, dan biasanya tidak disadari.
Sikap workaholic merupakan salah satu pelarian terhadap stres yang tidak disadari, yang biasanya dipicu oleh keadaan di rumah yang membebani penderitanya. "Ketika punya masalah di rumah, biasanya mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu di kantor untuk menghindari keluarga, dan berdalih banyak pekerjaan di kantor. Ujung-ujungnya menjadi seorang workaholic," bebernya.
Alih-alih menjadi senang dan terhindar dari masalah, justru masalah akan semakin parah karena semakin tak ada komunikasi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Bila terus dibiarkan, bisa jadi akan berakhir dengan perceraian.
Anda juga perlu berhati-hati jika belakangan Anda jadi gemar berbelanja, karena bisa jadi hal ini juga dipicu oleh serangan stres. Jika hanya sebatas doyan belanja, mungkin tidak masalah. Yang jadi masalah kalau belanja menjadi kebiasaan yang tak terkendali.
"Biasanya kalau shoppaholic itu hanya lapar mata saja, dan hanya untuk mencari kesenangan, tanpa peduli harga, membayar dengan kredit, sampai tidak tahu digunakan untuk apa," ujar Rustika. Masalah baru akan muncul ketika timbul utang dimana-mana, dan barang-barang jadi menumpuk tak berguna.
Namun, pelarian yang paling berbahaya pada penggunaan obat-obatan terlarang, sampai bunuh diri, yang sekarang ini banyak dilakukan orang sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan masalah.
6 Tips Pelepas Stres Tanpa Biaya
Reputasi stres sebagai penyebab hilangnya kebahagiaan, sampai penyebab penyakit, rasanya sudah sangat dikenal. Sayangnya tak banyak orang yang sadar bagaimana mengelola stres yang sulit dielakkan dari kehidupan.
Setiap orang memerlukan kegiatan rekreasi sebagai pelampiasan untuk mengendurkan ketegangan. Para ahli psikologi bahkan menegaskan bahwa rekreasi sangat penting untuk kesehatan jiwa karena tekanan hidup yang berat memerlukan penyaluran agar tidak menyebabkan frustasi.
Ingin mengurangi tekanan hidup dengan murah dan tanpa mengurangi waktu? 6 tips pelepas stres berikut mungkin bisa Anda masukkan dalam agenda harian.
1. Membaca buku
Ini merupakan kegiatan yang bukan saja membuat kita sejenak berhenti memikirkan segunung masalah, tapi juga membuat kita seolah masuk ke dunia baru yang sedang dibaca. Membaca di malam hari adalah kegiatan yang dianjurkan. Kamar tidur adalah tempat yang hangat, nyaman, dan damai. Kombinasikan dengan buku bagus, maka Anda akan merasa kembali fokus pada diri sendiri.
2. Duduk di taman
Bila Anda jeli, sebenarnya cukup banyak "oase" kecil di sekitar kita. Selain di area kompleks perumahan, taman kecil yang hijau kini sudah lumayan banyak bertebaran di sekitar perkantoran. Luangkan waktu sekitar 5 menit untuk duduk menikmati udara segar dan hijaunya taman.
3. Melihat foto
Melihat-lihat kembali album foto dari peristiwa menyenangkan adalah salah satu pelepas stres yang murah dan efektif. Bayangkan kembali diri Anda pada peristiwa bahagia tersebut dan rasakan sensasinya.
4. Berjalan kaki atau olahraga
Aktivitas fisik adalah cara yang sehat untuk melepas stres karena bisa memicu hormon-hormon antistres. Luangkan waktu beberapa menit setiap pagi atau setelah makan siang.
5. Meditasi
Setiap aktivitas yang bisa membuat perhatian kita tetap tenang dan fokus sudah bisa disebut sebagai meditasi. Itu berarti bisa kegiatan menyulam, menulis, menjahit, atau duduk diam. Lakukan 5-10 menit setiap hari dan rasakan kadar stres yang menurun.
6. Ambil jeda
Bila emosi sudah tidak bisa dibendung, alihkan perhatian Anda untuk sejenak fokus pada sesuatu yang baru. Misalnya melihat ke jendela, menyeruput teh hangat, atau memperhatikan pohon yang tertiup angin. Biarkan imajinasi Anda bebas untuk sesaat.
Jumat, 14 Oktober 2011
hi
Mulailah melakukan latihan-latihan yang berfokus pada otot pantat, paha dan area pinggul.
Tiga bentuk latihan terbaik untuk itu adalah squats, lunges dan step-ups.
Squats :
Squats adalah latihan yang sederhana dan sangat mudah untuk dilakukan. Berdirilah dengan kaki terbuka, sedikit lebih lebar dibanding bahu anda. Jagalah kepala dan punggung tetap lurus, tekuk lutut anda sampai paha sejajar dengan lantai. Jangan biarkan lutut anda lebih panjang dibanding jari kaki. Tahan sebentar kemudian luruskan kaki anda lagi.
Lakukan sebanyak 3 set yang masing-masing terdiri dari 10 sampai 15 kali pengulangan dengan tiga sampai lima menit periode istirahat di antaranya. Untuk hasil yang lebih optimal, peganglah barbel di tangan anda saat melakukan squats.
Lunges :
Pada posisi berdiri, posisikan kedua kaki menghadap ke depan selebar bahu. Setelah itu langkahlah salah satu kaki anda kira-kira sepanjang satu meter tergantung panjang kaki dan kekuatan kaki anda. Jagalah tubuh anda tegak lurus dan tekuk lutut ke depan sejauh yang anda bisa, atau sampai paha sejajar dengan tanah. Lutut kaki belakang akan menyentuh tanah. Dengan menggunakan otot paha kaki depan, angkat tubuh anda kembali ke posisi semula. Ulangi dengan kaki berikutnya yang melangkah ke depan. Lakukan tiga set yang masing-masing terdiri dari 10 sampai 15 kali pengulangan dengan tiga sampai lima menit periode istirahat di antaranya. Anda pun bisa sambil memegang barbel untuk lebih memberi beban pada otot paha dan pantat anda.
Harmstring curls :
Anda dapat menggunakan peralatan yang ada di tempat kebugaran atau bisa juga dilakukan di rumah. Ikatkan beban di kedua pergelangan kaki anda dengan posisi berdiri menghadap ke tembok atau suatu benda yang bisa dijadikan pegangan untuk anda, seperti bagian belakang kursi. Perlahan-lahan angkat satu kaki ke arah belakang sampai setinggi paha anda. Tahan sebentar kemudian turunkan kaki anda secara perlahan-lahan juga. Lakukan tiga set yang masing-masing terdiri dari 10 sampai 15 kali pengulangan dengan tiga sampai lima menit periode istirahat di antaranya.
Latihan-latihan tersebut dapat membantu membesarkan dan mengencangkan pantat anda serta membentuk bagian belakang tubuh lebih indah.
Latihan-latihan lainnya yang disarankan adalah berjalan kaki, bersepeda dan berenang. Lakukan selama minimal 15 menit.
Tiga bentuk latihan terbaik untuk itu adalah squats, lunges dan step-ups.
Squats :
Squats adalah latihan yang sederhana dan sangat mudah untuk dilakukan. Berdirilah dengan kaki terbuka, sedikit lebih lebar dibanding bahu anda. Jagalah kepala dan punggung tetap lurus, tekuk lutut anda sampai paha sejajar dengan lantai. Jangan biarkan lutut anda lebih panjang dibanding jari kaki. Tahan sebentar kemudian luruskan kaki anda lagi.
Lakukan sebanyak 3 set yang masing-masing terdiri dari 10 sampai 15 kali pengulangan dengan tiga sampai lima menit periode istirahat di antaranya. Untuk hasil yang lebih optimal, peganglah barbel di tangan anda saat melakukan squats.
Lunges :
Pada posisi berdiri, posisikan kedua kaki menghadap ke depan selebar bahu. Setelah itu langkahlah salah satu kaki anda kira-kira sepanjang satu meter tergantung panjang kaki dan kekuatan kaki anda. Jagalah tubuh anda tegak lurus dan tekuk lutut ke depan sejauh yang anda bisa, atau sampai paha sejajar dengan tanah. Lutut kaki belakang akan menyentuh tanah. Dengan menggunakan otot paha kaki depan, angkat tubuh anda kembali ke posisi semula. Ulangi dengan kaki berikutnya yang melangkah ke depan. Lakukan tiga set yang masing-masing terdiri dari 10 sampai 15 kali pengulangan dengan tiga sampai lima menit periode istirahat di antaranya. Anda pun bisa sambil memegang barbel untuk lebih memberi beban pada otot paha dan pantat anda.
Harmstring curls :
Anda dapat menggunakan peralatan yang ada di tempat kebugaran atau bisa juga dilakukan di rumah. Ikatkan beban di kedua pergelangan kaki anda dengan posisi berdiri menghadap ke tembok atau suatu benda yang bisa dijadikan pegangan untuk anda, seperti bagian belakang kursi. Perlahan-lahan angkat satu kaki ke arah belakang sampai setinggi paha anda. Tahan sebentar kemudian turunkan kaki anda secara perlahan-lahan juga. Lakukan tiga set yang masing-masing terdiri dari 10 sampai 15 kali pengulangan dengan tiga sampai lima menit periode istirahat di antaranya.
Latihan-latihan tersebut dapat membantu membesarkan dan mengencangkan pantat anda serta membentuk bagian belakang tubuh lebih indah.
Latihan-latihan lainnya yang disarankan adalah berjalan kaki, bersepeda dan berenang. Lakukan selama minimal 15 menit.
Minggu, 31 Mei 2009
filsafat eksistensialisme
MAKALAH
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN EKSISTENSIALISME
DALAM TINJAUAN ONTOLOGIS
Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas pada mata kuliah “filsafat Pendidikan”
By:
ISNA MARATUS SHOLIKHAH
NIM: 249062116
Lecturer:
BASUKI, M.Ag
NIP: 150327277
Jurusan/Prodi:
Tarbiyah/ Tadris Inggris.B
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN PONOROGO)
PERIODE 2008/2009
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Filsafat dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang ada secara mendalam. sehingga dengan adanya filsafat kita akan tahu akar-akar dari berbagai macam ilmu lainnya dan juga dasar dari segala yang ada.
Filsafat dibagi menjadi bebrapa cabang ilmi, salah satunya yaitu filsafat pendidikan. Filsafat sendiri dimengerti sebagai bentuk ilmu yang mengkaji mengenai dasar-dasar pendidikan yang menitikberatkan pada pendekatan-pendekatan filsafat sehingga akan menghasilkan teori-toeri kependidikan yang berguna pada masalah-masalah kependidikan itu sendiri.
Dalam filsafat pendidikan terdapat berbagai aliran filsafat yang merupakan terapan dari filsafat umum. Dan yang akan dibahas dalam makalah ini filsafat eksistensialisme yang ditinjau dari segi ontologis atau keberadaan dalam filsafat pendidikan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sejarah Filsafat eksistensialisme?
2. Apa yang dimaksud dengan pendidikan, Ontology, dan filsafat Eksistensialisme serta apa hubungannya?
3. Bagaimana ontology filsafat pendidikan eksistensialisme?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Eksistensialisme
Sejarah munculnya eksistensialisme yaitu pertama istilah ini dirumuskan oleh ahli filsafat Jerman yaitu Martin Heidegger (1889-1976).akar metodelogi eksistensialisme ini berasal dari fenomenologi yang dikembangkan oleh Edmund husserl (1859-1938).
Sedangkan munculnya filsafat eksistensialisme ini dari 2 orang ahli filsafat Soeran Kierkegaard dan Neitzche. Kierkegaard seorang filsafat Jerman (1813-1855) filsafatnya untuk menjawab pertannyaan mengenai pertannyaan “Bagaimanakah aku menjadi seorang individu?” dia juga menerima prinsip Socrates yang mengatakan bahwa” pengetahuan akan diri adalah pengetahuan akan Tuhan” . Hal ini terjadi karena pada saat itu terjadi krisis eksistensialisme (manusia melupakan individualitasnya), sehingga manusia bisa menjadi manusia yang autentik jika memiliki gairah, keterlibatan dan komitmen pribadi dalam kehidupan.
Neitzche, juga filsuf Jerman (1844-1900) yang tujuan filsafatnya menjawab pertannyaan ” Bagaimana menjadi manusia unggul?” dan menurut dia jawabannya adalah manusia bisa menjadi manusia unggul jika mempunyai keberaniaan untuk merealisasikan diri secara jujur dan berani.
Kedua tokoh diatas muncul karena adanya perang dunia pertama dan situasi Eropa pada saat itu, sehingga mereka tampil untuk menjawab pandangan tentang manusia seperti yang sudah dijelaskan diatas.
Disamping itu penyebab munculnya filsafat eksistensialisme ini yaitu adanya reaksi terhadap filsafat materialisme Marx yang berpedoman bahwa eksistensi manusia bukan sesuatu yang primer dan idealisme Hegel yang bertolak bahwa eksistensi manusia sebagai yang konkret dan subjektiv karena mereka hanya memandang manusia menurut materi atau ide dalam rumusan dan system-sistem umum (kolektivitas social).
Pengaruh lahirnya filsafat eksistensialisme berasal dari filsafat hidup bergson dan Metafisika Modern. Filsafat ini muncul pada paruh pertengahan abad ke-20. Tokoh-tokoh Eksistensialisme yaitu Martin Heideggar, Jean Paul Sartre, Karl Jaspers, Gabriel Marcel, Martin Bulber dan Tillficch.
B. Pengertian pendidikan, ontologi dan eksistesialisme serta hubungannya.
• Pendidikan yaitu bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Dalam GBHN 1973, Pendidikan yaitu suatu unsure yang disadari untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia yang dilaksanakan di dalam maupun diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup.
Menurut Marimba pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju kepribadian yang utama.
• Ontology yaitu pemikiran mengenai yang ada dan keberadaannya. Ontology ilmu yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu, bersifat universal; menampilkan semesta universal. Ontology berupaya mencari inti yang termuat pada setiap kenyataan, atau dalam rumusan Loren Bagus; menjelaskan yang ada yang meliputi semua realitas setiap bentuknya.
• Eksistensialisme
Eksistensialisme yaitu suatu usaha untuk menjadikan masalah menjadi konkret karena adanya manusia dan dunia. Menurut Sartre eksistensialisme yaitu filsafat yang memberi penekanan eksistensi yang mendahului esensi. Memandang segala gejala yang ada berpangkal kepada eksistensi. Dengan adanya eksistensi akan penuh dengan lukisan-lukisan yang konkret dengan metode fenomenologi (cara keberadaan manusia).
Eksistensi sendiri yaitu eks artinya keluar, sintesi artinya berdiri; jadi eksistensi adalah berdiri sebagai diri sendiri. Menurut Heideggard “Das wesen des daseins liegh in seiner Existenz” , da-sein adalah tersusun dari dad an sein. “da” disana. Sein berarti berada. Jadi artinya manusia sadar dengan tempatnya. Menurut Sartre adanya manusia itu bukanlah “etre” melainkan “ a etre” yang artinya manusia itu tidak hanya ada tetapi dia selamanya harus dibentuk tidak henti-hentinya.
Menurut Parkey (1998) aliran eksistensialisme terbagi menjadi 2, yaitu; bersifat theistic(bertuhan) dan atheistic. Menurut eksistensialisme sendiri ada 3 jenis; tradisional, spekulatif dan skeptif.
Eksistensialisme sangat berhubungan dengan pendidikan karena pusat pembicaraan eksistensialisme adalah keberadaan manusia sedangkan pendidikan hanya dilakukan oleh manusia.
C. Ontologi filsafat pendidikan eksistensialisme
Pemikiran filsafat ekisistensialisme menyebutkan bahwa manusia memiliki keberadaan yang unik dalam dirinya berbeda antara manusia satu dengan manusia lainnya. Dalam hal ini telaah manusia diarahkan pada individualitas manusia sebagai unit analisisnya. Dan berfokus pada pengalaman-pengalaman individu yang diantaranya:
1. berkaitan dengan hal-hal esensial atau mendasar yang seharusnya manusia tahu dan menyadari sepenuhnya tentang dunia dimana mereka tinggal dan juga bagi kelangsungan hidupnya.
2. menekankan data fakta dengan kurikulum bercorak vokasional.
3. konsentasi studi pada materi-materi dasar tradisional sperti membaca, menulis, sastra, bahasa asing, matematika, sejarah, sains, seni dan musik.
4. pola orientasinya pada skill dasar menuju skill yang bersifat semakin kompleks.
5. perhatian pada pendidikan yang bersifat menarik dan efisien.
6. yakin pada nilaipengetahuan untuk kepentingan pengetahuan itu sendiri.
7. disiplin mental diperlukan untuk mengkaji informasi mendasar tentang dunia yang dialami.
Secara umum eksistensialisme menekankan pada kreatifitas, subjektifitas pengalaman manusia dan tindakan konkret dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakekat manusia atau realita.
Eksistensialisme lebih memperhatikan pemahaman makna dan tujuan hidup manusia ketimbang melakukan pemahaman terhadap kajian-kajian ilmiah dan metafisika tentang alam semesta.
Kebebasan individu sebagai milik manusia adalah sesuatu yang paling utama karena individu memiliki sikap hidup, tujuan hidup dan cara hidup sendiri.
Jadi, filsafat pendidikan eksistensialisme yaitu filsafat yang memberikan kebebasan kepada setiap individu untuk mendapatkan pendidikan secara otentik yang artinya setiap manusia mempunyai tanggungjawab dan kesadaran diri untuk mereka sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Hadiwijono, Harun. 1980. Sari Sejarah Filsafat II. Yogyakarta: Kanisius
Muzairi. 2002. Eksistensialisme Jean Paul Sartre. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Kartle dan Solomon R. Robert. 2000. Sejarah Filsafat. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
Sadullah, Uyoh. 2003. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Suhartono, Suparlan. 2005. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jogjakarta: Ruzz Media.
Stephen Palmquis. Pohon filsafat, (yogyakarta:pustaka pelajar, 2007), h.212
http://education.freedfurry.com
http:// images.zanikhan.com
http://monalisaypk.blogspot.com/2007/07/aliran-aliran-pendidikan.html
http://kecoaxus.tripod.com/filsafat/pengfil.html
sahaka.multiply.com/journal/item/20/filsafat_humanisme
http:/kangjumari.blogspot.com/2007/12/ontologipendidikan-islam.html
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN EKSISTENSIALISME
DALAM TINJAUAN ONTOLOGIS
Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas pada mata kuliah “filsafat Pendidikan”
By:
ISNA MARATUS SHOLIKHAH
NIM: 249062116
Lecturer:
BASUKI, M.Ag
NIP: 150327277
Jurusan/Prodi:
Tarbiyah/ Tadris Inggris.B
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN PONOROGO)
PERIODE 2008/2009
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Filsafat dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang ada secara mendalam. sehingga dengan adanya filsafat kita akan tahu akar-akar dari berbagai macam ilmu lainnya dan juga dasar dari segala yang ada.
Filsafat dibagi menjadi bebrapa cabang ilmi, salah satunya yaitu filsafat pendidikan. Filsafat sendiri dimengerti sebagai bentuk ilmu yang mengkaji mengenai dasar-dasar pendidikan yang menitikberatkan pada pendekatan-pendekatan filsafat sehingga akan menghasilkan teori-toeri kependidikan yang berguna pada masalah-masalah kependidikan itu sendiri.
Dalam filsafat pendidikan terdapat berbagai aliran filsafat yang merupakan terapan dari filsafat umum. Dan yang akan dibahas dalam makalah ini filsafat eksistensialisme yang ditinjau dari segi ontologis atau keberadaan dalam filsafat pendidikan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sejarah Filsafat eksistensialisme?
2. Apa yang dimaksud dengan pendidikan, Ontology, dan filsafat Eksistensialisme serta apa hubungannya?
3. Bagaimana ontology filsafat pendidikan eksistensialisme?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Eksistensialisme
Sejarah munculnya eksistensialisme yaitu pertama istilah ini dirumuskan oleh ahli filsafat Jerman yaitu Martin Heidegger (1889-1976).akar metodelogi eksistensialisme ini berasal dari fenomenologi yang dikembangkan oleh Edmund husserl (1859-1938).
Sedangkan munculnya filsafat eksistensialisme ini dari 2 orang ahli filsafat Soeran Kierkegaard dan Neitzche. Kierkegaard seorang filsafat Jerman (1813-1855) filsafatnya untuk menjawab pertannyaan mengenai pertannyaan “Bagaimanakah aku menjadi seorang individu?” dia juga menerima prinsip Socrates yang mengatakan bahwa” pengetahuan akan diri adalah pengetahuan akan Tuhan” . Hal ini terjadi karena pada saat itu terjadi krisis eksistensialisme (manusia melupakan individualitasnya), sehingga manusia bisa menjadi manusia yang autentik jika memiliki gairah, keterlibatan dan komitmen pribadi dalam kehidupan.
Neitzche, juga filsuf Jerman (1844-1900) yang tujuan filsafatnya menjawab pertannyaan ” Bagaimana menjadi manusia unggul?” dan menurut dia jawabannya adalah manusia bisa menjadi manusia unggul jika mempunyai keberaniaan untuk merealisasikan diri secara jujur dan berani.
Kedua tokoh diatas muncul karena adanya perang dunia pertama dan situasi Eropa pada saat itu, sehingga mereka tampil untuk menjawab pandangan tentang manusia seperti yang sudah dijelaskan diatas.
Disamping itu penyebab munculnya filsafat eksistensialisme ini yaitu adanya reaksi terhadap filsafat materialisme Marx yang berpedoman bahwa eksistensi manusia bukan sesuatu yang primer dan idealisme Hegel yang bertolak bahwa eksistensi manusia sebagai yang konkret dan subjektiv karena mereka hanya memandang manusia menurut materi atau ide dalam rumusan dan system-sistem umum (kolektivitas social).
Pengaruh lahirnya filsafat eksistensialisme berasal dari filsafat hidup bergson dan Metafisika Modern. Filsafat ini muncul pada paruh pertengahan abad ke-20. Tokoh-tokoh Eksistensialisme yaitu Martin Heideggar, Jean Paul Sartre, Karl Jaspers, Gabriel Marcel, Martin Bulber dan Tillficch.
B. Pengertian pendidikan, ontologi dan eksistesialisme serta hubungannya.
• Pendidikan yaitu bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Dalam GBHN 1973, Pendidikan yaitu suatu unsure yang disadari untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia yang dilaksanakan di dalam maupun diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup.
Menurut Marimba pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju kepribadian yang utama.
• Ontology yaitu pemikiran mengenai yang ada dan keberadaannya. Ontology ilmu yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu, bersifat universal; menampilkan semesta universal. Ontology berupaya mencari inti yang termuat pada setiap kenyataan, atau dalam rumusan Loren Bagus; menjelaskan yang ada yang meliputi semua realitas setiap bentuknya.
• Eksistensialisme
Eksistensialisme yaitu suatu usaha untuk menjadikan masalah menjadi konkret karena adanya manusia dan dunia. Menurut Sartre eksistensialisme yaitu filsafat yang memberi penekanan eksistensi yang mendahului esensi. Memandang segala gejala yang ada berpangkal kepada eksistensi. Dengan adanya eksistensi akan penuh dengan lukisan-lukisan yang konkret dengan metode fenomenologi (cara keberadaan manusia).
Eksistensi sendiri yaitu eks artinya keluar, sintesi artinya berdiri; jadi eksistensi adalah berdiri sebagai diri sendiri. Menurut Heideggard “Das wesen des daseins liegh in seiner Existenz” , da-sein adalah tersusun dari dad an sein. “da” disana. Sein berarti berada. Jadi artinya manusia sadar dengan tempatnya. Menurut Sartre adanya manusia itu bukanlah “etre” melainkan “ a etre” yang artinya manusia itu tidak hanya ada tetapi dia selamanya harus dibentuk tidak henti-hentinya.
Menurut Parkey (1998) aliran eksistensialisme terbagi menjadi 2, yaitu; bersifat theistic(bertuhan) dan atheistic. Menurut eksistensialisme sendiri ada 3 jenis; tradisional, spekulatif dan skeptif.
Eksistensialisme sangat berhubungan dengan pendidikan karena pusat pembicaraan eksistensialisme adalah keberadaan manusia sedangkan pendidikan hanya dilakukan oleh manusia.
C. Ontologi filsafat pendidikan eksistensialisme
Pemikiran filsafat ekisistensialisme menyebutkan bahwa manusia memiliki keberadaan yang unik dalam dirinya berbeda antara manusia satu dengan manusia lainnya. Dalam hal ini telaah manusia diarahkan pada individualitas manusia sebagai unit analisisnya. Dan berfokus pada pengalaman-pengalaman individu yang diantaranya:
1. berkaitan dengan hal-hal esensial atau mendasar yang seharusnya manusia tahu dan menyadari sepenuhnya tentang dunia dimana mereka tinggal dan juga bagi kelangsungan hidupnya.
2. menekankan data fakta dengan kurikulum bercorak vokasional.
3. konsentasi studi pada materi-materi dasar tradisional sperti membaca, menulis, sastra, bahasa asing, matematika, sejarah, sains, seni dan musik.
4. pola orientasinya pada skill dasar menuju skill yang bersifat semakin kompleks.
5. perhatian pada pendidikan yang bersifat menarik dan efisien.
6. yakin pada nilaipengetahuan untuk kepentingan pengetahuan itu sendiri.
7. disiplin mental diperlukan untuk mengkaji informasi mendasar tentang dunia yang dialami.
Secara umum eksistensialisme menekankan pada kreatifitas, subjektifitas pengalaman manusia dan tindakan konkret dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakekat manusia atau realita.
Eksistensialisme lebih memperhatikan pemahaman makna dan tujuan hidup manusia ketimbang melakukan pemahaman terhadap kajian-kajian ilmiah dan metafisika tentang alam semesta.
Kebebasan individu sebagai milik manusia adalah sesuatu yang paling utama karena individu memiliki sikap hidup, tujuan hidup dan cara hidup sendiri.
Jadi, filsafat pendidikan eksistensialisme yaitu filsafat yang memberikan kebebasan kepada setiap individu untuk mendapatkan pendidikan secara otentik yang artinya setiap manusia mempunyai tanggungjawab dan kesadaran diri untuk mereka sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Hadiwijono, Harun. 1980. Sari Sejarah Filsafat II. Yogyakarta: Kanisius
Muzairi. 2002. Eksistensialisme Jean Paul Sartre. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Kartle dan Solomon R. Robert. 2000. Sejarah Filsafat. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
Sadullah, Uyoh. 2003. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Suhartono, Suparlan. 2005. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jogjakarta: Ruzz Media.
Stephen Palmquis. Pohon filsafat, (yogyakarta:pustaka pelajar, 2007), h.212
http://education.freedfurry.com
http:// images.zanikhan.com
http://monalisaypk.blogspot.com/2007/07/aliran-aliran-pendidikan.html
http://kecoaxus.tripod.com/filsafat/pengfil.html
sahaka.multiply.com/journal/item/20/filsafat_humanisme
http:/kangjumari.blogspot.com/2007/12/ontologipendidikan-islam.html
Langganan:
Komentar (Atom)
