scenery

scenery
be fresh

Minggu, 31 Mei 2009

filsafat eksistensialisme

MAKALAH
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN EKSISTENSIALISME
DALAM TINJAUAN ONTOLOGIS
Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas pada mata kuliah “filsafat Pendidikan”



By:
ISNA MARATUS SHOLIKHAH
NIM: 249062116


Lecturer:
BASUKI, M.Ag
NIP: 150327277

Jurusan/Prodi:
Tarbiyah/ Tadris Inggris.B

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN PONOROGO)
PERIODE 2008/2009
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Filsafat dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang ada secara mendalam. sehingga dengan adanya filsafat kita akan tahu akar-akar dari berbagai macam ilmu lainnya dan juga dasar dari segala yang ada.
Filsafat dibagi menjadi bebrapa cabang ilmi, salah satunya yaitu filsafat pendidikan. Filsafat sendiri dimengerti sebagai bentuk ilmu yang mengkaji mengenai dasar-dasar pendidikan yang menitikberatkan pada pendekatan-pendekatan filsafat sehingga akan menghasilkan teori-toeri kependidikan yang berguna pada masalah-masalah kependidikan itu sendiri.
Dalam filsafat pendidikan terdapat berbagai aliran filsafat yang merupakan terapan dari filsafat umum. Dan yang akan dibahas dalam makalah ini filsafat eksistensialisme yang ditinjau dari segi ontologis atau keberadaan dalam filsafat pendidikan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sejarah Filsafat eksistensialisme?
2. Apa yang dimaksud dengan pendidikan, Ontology, dan filsafat Eksistensialisme serta apa hubungannya?
3. Bagaimana ontology filsafat pendidikan eksistensialisme?









BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Eksistensialisme
Sejarah munculnya eksistensialisme yaitu pertama istilah ini dirumuskan oleh ahli filsafat Jerman yaitu Martin Heidegger (1889-1976).akar metodelogi eksistensialisme ini berasal dari fenomenologi yang dikembangkan oleh Edmund husserl (1859-1938).
Sedangkan munculnya filsafat eksistensialisme ini dari 2 orang ahli filsafat Soeran Kierkegaard dan Neitzche. Kierkegaard seorang filsafat Jerman (1813-1855) filsafatnya untuk menjawab pertannyaan mengenai pertannyaan “Bagaimanakah aku menjadi seorang individu?” dia juga menerima prinsip Socrates yang mengatakan bahwa” pengetahuan akan diri adalah pengetahuan akan Tuhan” . Hal ini terjadi karena pada saat itu terjadi krisis eksistensialisme (manusia melupakan individualitasnya), sehingga manusia bisa menjadi manusia yang autentik jika memiliki gairah, keterlibatan dan komitmen pribadi dalam kehidupan.
Neitzche, juga filsuf Jerman (1844-1900) yang tujuan filsafatnya menjawab pertannyaan ” Bagaimana menjadi manusia unggul?” dan menurut dia jawabannya adalah manusia bisa menjadi manusia unggul jika mempunyai keberaniaan untuk merealisasikan diri secara jujur dan berani.
Kedua tokoh diatas muncul karena adanya perang dunia pertama dan situasi Eropa pada saat itu, sehingga mereka tampil untuk menjawab pandangan tentang manusia seperti yang sudah dijelaskan diatas.
Disamping itu penyebab munculnya filsafat eksistensialisme ini yaitu adanya reaksi terhadap filsafat materialisme Marx yang berpedoman bahwa eksistensi manusia bukan sesuatu yang primer dan idealisme Hegel yang bertolak bahwa eksistensi manusia sebagai yang konkret dan subjektiv karena mereka hanya memandang manusia menurut materi atau ide dalam rumusan dan system-sistem umum (kolektivitas social).
Pengaruh lahirnya filsafat eksistensialisme berasal dari filsafat hidup bergson dan Metafisika Modern. Filsafat ini muncul pada paruh pertengahan abad ke-20. Tokoh-tokoh Eksistensialisme yaitu Martin Heideggar, Jean Paul Sartre, Karl Jaspers, Gabriel Marcel, Martin Bulber dan Tillficch.
B. Pengertian pendidikan, ontologi dan eksistesialisme serta hubungannya.
• Pendidikan yaitu bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Dalam GBHN 1973, Pendidikan yaitu suatu unsure yang disadari untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia yang dilaksanakan di dalam maupun diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup.
Menurut Marimba pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju kepribadian yang utama.
• Ontology yaitu pemikiran mengenai yang ada dan keberadaannya. Ontology ilmu yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu, bersifat universal; menampilkan semesta universal. Ontology berupaya mencari inti yang termuat pada setiap kenyataan, atau dalam rumusan Loren Bagus; menjelaskan yang ada yang meliputi semua realitas setiap bentuknya.
• Eksistensialisme
Eksistensialisme yaitu suatu usaha untuk menjadikan masalah menjadi konkret karena adanya manusia dan dunia. Menurut Sartre eksistensialisme yaitu filsafat yang memberi penekanan eksistensi yang mendahului esensi. Memandang segala gejala yang ada berpangkal kepada eksistensi. Dengan adanya eksistensi akan penuh dengan lukisan-lukisan yang konkret dengan metode fenomenologi (cara keberadaan manusia).
Eksistensi sendiri yaitu eks artinya keluar, sintesi artinya berdiri; jadi eksistensi adalah berdiri sebagai diri sendiri. Menurut Heideggard “Das wesen des daseins liegh in seiner Existenz” , da-sein adalah tersusun dari dad an sein. “da” disana. Sein berarti berada. Jadi artinya manusia sadar dengan tempatnya. Menurut Sartre adanya manusia itu bukanlah “etre” melainkan “ a etre” yang artinya manusia itu tidak hanya ada tetapi dia selamanya harus dibentuk tidak henti-hentinya.
Menurut Parkey (1998) aliran eksistensialisme terbagi menjadi 2, yaitu; bersifat theistic(bertuhan) dan atheistic. Menurut eksistensialisme sendiri ada 3 jenis; tradisional, spekulatif dan skeptif.
Eksistensialisme sangat berhubungan dengan pendidikan karena pusat pembicaraan eksistensialisme adalah keberadaan manusia sedangkan pendidikan hanya dilakukan oleh manusia.
C. Ontologi filsafat pendidikan eksistensialisme
Pemikiran filsafat ekisistensialisme menyebutkan bahwa manusia memiliki keberadaan yang unik dalam dirinya berbeda antara manusia satu dengan manusia lainnya. Dalam hal ini telaah manusia diarahkan pada individualitas manusia sebagai unit analisisnya. Dan berfokus pada pengalaman-pengalaman individu yang diantaranya:
1. berkaitan dengan hal-hal esensial atau mendasar yang seharusnya manusia tahu dan menyadari sepenuhnya tentang dunia dimana mereka tinggal dan juga bagi kelangsungan hidupnya.
2. menekankan data fakta dengan kurikulum bercorak vokasional.
3. konsentasi studi pada materi-materi dasar tradisional sperti membaca, menulis, sastra, bahasa asing, matematika, sejarah, sains, seni dan musik.
4. pola orientasinya pada skill dasar menuju skill yang bersifat semakin kompleks.
5. perhatian pada pendidikan yang bersifat menarik dan efisien.
6. yakin pada nilaipengetahuan untuk kepentingan pengetahuan itu sendiri.
7. disiplin mental diperlukan untuk mengkaji informasi mendasar tentang dunia yang dialami.
Secara umum eksistensialisme menekankan pada kreatifitas, subjektifitas pengalaman manusia dan tindakan konkret dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakekat manusia atau realita.
Eksistensialisme lebih memperhatikan pemahaman makna dan tujuan hidup manusia ketimbang melakukan pemahaman terhadap kajian-kajian ilmiah dan metafisika tentang alam semesta.
Kebebasan individu sebagai milik manusia adalah sesuatu yang paling utama karena individu memiliki sikap hidup, tujuan hidup dan cara hidup sendiri.
Jadi, filsafat pendidikan eksistensialisme yaitu filsafat yang memberikan kebebasan kepada setiap individu untuk mendapatkan pendidikan secara otentik yang artinya setiap manusia mempunyai tanggungjawab dan kesadaran diri untuk mereka sendiri.









DAFTAR PUSTAKA
Hadiwijono, Harun. 1980. Sari Sejarah Filsafat II. Yogyakarta: Kanisius
Muzairi. 2002. Eksistensialisme Jean Paul Sartre. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Kartle dan Solomon R. Robert. 2000. Sejarah Filsafat. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
Sadullah, Uyoh. 2003. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Suhartono, Suparlan. 2005. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jogjakarta: Ruzz Media.
Stephen Palmquis. Pohon filsafat, (yogyakarta:pustaka pelajar, 2007), h.212
http://education.freedfurry.com
http:// images.zanikhan.com
http://monalisaypk.blogspot.com/2007/07/aliran-aliran-pendidikan.html
http://kecoaxus.tripod.com/filsafat/pengfil.html
sahaka.multiply.com/journal/item/20/filsafat_humanisme
http:/kangjumari.blogspot.com/2007/12/ontologipendidikan-islam.html